Hari ini aku memutuskan untuk menulis lagi perihal segala carut marut isi kepalaku. Rasa-rasanya, kepalaku mau meledak saking banyaknya hal yang ingin kuuraikan namun tak kunjung berkurang beratnya padahal kurasa lisanku sudah terlalu banyak bisingnya. Kalian tau? Aku lemah sekali. Berkali-kali aku merasa hampir gila, takut sekali akan kalah oleh kerasnya dunia yang dulu tak pernah kutau. Kepalaku terlalu kecil untuk mendengarkan dan menampung seluruh berisiknya sekitarku tapi aku tidak bisa berhenti memasukkannya lagi dan lagi. Setiap pagi, aku selalu punya ketakutan untuk menjalani hari ini. Aku selalu bangun dihantui rasa takut akan omongan dan pikiran buruk apa lagi yang disiapkan orang lain tentangku yang harus kutaui hari ini.
Di kantor, aku selalu merasa menjadi orang yang tidak bisa apa-apa. Dibandingkan semuanya, aku benar-benar bukan apa-apa. Teman-temanku terlihat cemerlang. Mereka punya apa yang aku tidak punya. Mereka bisa apa yang aku tidak bisa. Mereka mampu apa yang aku tidak mampu. Aku terseok-seok mengikuti maunya dunia menuntutku. Rasa-rasanya dunia ini tak pernah puas terhadapku. Tidak kusalahkan, karena aku sendiri pun juga begitu. Aku selalu merasa aku tidak pernah bisa cukup puas atas apa yang kuselesaikan. Tapi aku cuma bisa frustrasi atas itu tanpa pernah bisa menciptakan hal yang sempurna seperti mauku sebenarnya. Aku senang sekali melihat betapa orang-orang begitu dapat diandalkan. Tapi aku juga sedih karena aku juga ingin bisa merasakan sekali saja menjadi orang yang seperti itu. Yang ada di pikiranku, aku selalu menjadi opsi terakhir bagi orang lain. Ketika tak ada lagi yang bisa mereka andalkan, dan pilihan itu tersisa aku seorang, maka amanah itu akan diserahkan padaku dengan takut-takut dan berdoa semoga aku tidak mengacaukannya.
Setiap hari, aku merasa takut membuat kesalahan. Tak jarang aku bahkan menunduk dan tak sanggup mengangkat wajahku ketika mulai kurasa seseorang mungkin saja akan menegurku atas hal-hal tidak memuaskan yang kukerjakan. Aku tidak pernah tau kalau ternyata berhubungan dengan banyak orang itu sesulit ini, ya. Bukannya aku tidak ingin belajar. Aku mau sekali terus belajar. Tapi kurasa kemampuanku tidak secepat itu. Aku bahkan merasa terlalu lambat sampai-sampai harus kugandakan jam kerjaku hanya untuk mencapai hasil setara atau bahkan masih jauh di bawah hasil teman-temanku yang lain. Kadang aku bertanya, apa yang salah dari diriku? Apa yang selalu membuatku tidak pernah berhasil membanggakan seseorang? Apa yang selalu membuatku tidak pernah bisa diandalkan? Apa yang selalu membuatku ketakutan dan sesak sampai kadang rasanya ingin lari dan tidak pernah kembali lagi ke tempat ini? Apa aku memang sepecundang itu, ya?